Archive for July, 2009

27
Jul
09

Are Violent Video Games Preparing Kids For The Apocalypse?

It’s a joke, people…

Are Violent Video Games Preparing Kids For The Apocalypse?

Cheers… :D see you on Thursday

25
Jul
09

Develop Magazine July 2009 is out

Dari sini.

Majalah bulanan Develop Magazine sudah terbit edisi 96, Juli 2009. Bisa didownload dalam bentuk PDF, atau baca langsung di browser.

Isinya berita tentang dunia game development. Padat, berbobot, dan GRATIS :D

Cheers… :D

25
Jul
09

10 Tips untuk Programmer di Industri Game

Dari sini.

10 tips untuk programmer di bidang game development :

  1. Learn to be an effective communicator. Sebagian besar programmer di game dev tidak bekerja sendiri, namun dengan tim. Kemungkinan besar programmer harus bekerja dengan programmer lain, orang dari bagian art, atau bahkan dengan pekerja outsource. Komunikasi yang dimaksud bukan hanya jelas dalam mengeluarkan pendapat, namun juga dapat memahami dan melihat dari sudut pandang lawan bicara.
  2. Master the basics. Jangan menyepelekan matematika dan logika, karena hal-hal itu akan terus digunakan dalam pekerjaan ini. Tingkatkan kemampuan debugging dengan banyak berlatih. Jika tidak dapat menentukan struktur data yang cocok untuk suatu masalah, kemungkinan kode yang dihasilkan juga tidak akan baik.
  3. Code defensively. Selalu membuat kode secara defensif, periksa setiap input untuk fungsi yang dibuat, buat assertion, kembalikan pesan error yang jelas dan berarti, dan beri komentar pada kode yang dibuat.
  4. Have passion for games. Bidang ini adalah bidang yang menyenangkan namun sangat berat. Banyak lembur, bug list, feature creep, dan lain-lain. Jangan sampai beban di pekerjaan membuat semangat hilang.
  5. Maintain healthy work/life balance. Crunch adalah hal yang biasa ditemui di game development. Seimbangkan hidup di luar pekerjaan dan jaga kesehatan untuk menikmatinya.
  6. Ask for help. Jangan malu bertanya atau meminta bantuan pada orang lain. Know what you dont know.
  7. Learn multiple languages. C++ itu wajib :D Lalu sebaiknya pelajari bahasa pemrograman lain. Karena dapat memberi pola pikir baru dalam memecahkan sebuah masalah. Disarankan mempelajari suatu bahasa baru setiap tahunnya.
  8. Don’t lose sight of the big picture. Dalam sebuah game akan banyak sekali kebutuhan, namun tidak semuanya dapat dipenuhi. Namun tujuannya tetap membuat game terbaik yang bisa dibuat.
  9. Learn the code base. Sebagian programmer mengerjakan suatu bagian kecil dari game, AI, UI, Rendering, Physics, atau tools. Sebaiknya programmer dapat memahami secara garis besar bagaimana game secara keseluruhan bekerja, karena setiap bagian yang dibuat akan berinteraksi.
  10. Stay current. Pendidikan tidak berhenti saat mulai bekerja. Terus pelajari hal-hal baru, berlatihlah dengan membuat proyek pribadi, ikuti perkembangan industri dengan membaca berita atau mengikuti konferensi seperti GDC.

*diambil dari Game Career Guide 2009.

Cheers :D

24
Jul
09

Buku gratis : Game Career Guide 2009

Dari sini.
Game Developer Magazine kembali mengeluarkan majalah Game Career Guide, sekarang edisi 2009. Bisa dibaca online di sini, bisa juga didownload di tempat yang sama. GRATIS. :D

Banyak sekali hal penting tentang pekerjaan di bidang Game Development :

  1. Tips mencari pekerjaan tanpa pengalaman bekerja
  2. Tools-tools yang biasa digunakan dalam game dev
  3. 10 tips untuk designer, producer, artist, dan sound
  4. Tempat-tempat kuliah game dev
  5. Postmortem project mahasiswa game dev
  6. 10 Indie games paling berpengaruh
  7. Entry level salary report untuk programmer, artist, dan posisi-posisi lain di game dev
  8. dan masih banyak lagi :D

Sama sekali ga ada ruginya baca majalah ini.

Cheers… :D

23
Jul
09

FPS tidak relevan terhadap performance

Dari sini.

Cara untuk mengetahui performa adalah dengan mengukurnya, tapi sayang banyak paper yang mengukur dengan buruk. Contoh paling umum adalah mengukur dengan satuan FPS / Frame Per Second seperti pada paper ini.

FPS is useless.
Gamer mungkin senang dengan FPS, dan benchmark komputer umumnya menampilkan FPS, tapi game developer berbicara dalam milisecond. Kenapa? Karena secara definisi, frame per second itu mencakup semua hal yang terjadi dalam frame, bahkan hal-hal yang bukan bagian utama dari teknik rendering.
Pada contoh paper diatas, SSDO adalah teknik post processing, dan setiap GPU butuh buffer clear dan main scene rendering adalah tidak relevan. Dan karena terjadi pada satu frame yang sama, sehingga tidak bisa diketahui berapa FPS biaya proses-proses tersebut.
Contohnya mereka bilang bahwa ada overhead 2,4% pada SSDO vs SSAO, padahal SSDO bisa saja dua kali lebih lambat dari SSAO, tapi proses lain menutupi fakta tersebut.
Misalnya main scene rendering perlu 12ms, SSAO 0,5ms, sehingga total 12,5ms dengan FPS 80. Jika SSDO ternyata 1ms, total jadi 13ms, 77 FPS. Penurunan  framerate hanya 4% walau sebenarnya cost SSDO dua kali lipat SSAO.

FPS tidak bisa menunjukkan apa yang mahal dan tidak.
Jika kita menjalankan game dengan 20 FPS dan menambah proses 1ms, framerate menjadi 19,4 FPS, penurunan yang terlihat tidak signifikan. Namun jika kita menjalankan game 100 FPS dan menambahkan tepat 1ms yang sama, framerate turun menjadi 90,9 FPS, sebuah penurunan yang lebih besar baik dari angka FPS atau dengan persentase.

FPS tidak valid untuk dirata-ratakan.
Jika kita merender tiga frame dalam 4ms, 4ms, dan 100ms, kita dapat rata-rata FPS :
(1000/4 + 1000/4 + 1000 / 100) / 3 = 170 FPS.
Sedangkan jika merender dalam 10ms, 10ms, dan 10ms kita akan mendapat rata-rata FPS :
(1000/10 + 1000/10 + 1000/10) / 3 = 100 FPS.
Proses render kedua, selain selesai dalam 30ms (dibanding 108ms), namun juga lebih stabil, namun mendapat rata-rata FPS jauh lebih rendah.

Verdict : STOP USING FPS as performance measurement. Use miliseconds instead. D:

*SSDO = Screen Space Directional Occlusion
*SSAO = Screen Space Ambient Occlusion

16
Jul
09

Coder Girl

Watch this :

Some dude sing about a coder girl, with a nice interface and the source is tight…

Nice… :D